PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan penanganan terhadap kejadian banjir genangan dan banjir rob yang melanda sejumlah wilayah
PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan penanganan terhadap kejadian banjir genangan dan banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Laut.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Tanah Laut, hingga Kamis, 1 Januari 2026 pukul 19.00 WITA, kejadian banjir genangan disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang berlangsung lama sejak Jumat lalu dari malam hingga subuh hari.
Untuk banjir genangan, tercatat sebanyak 1.641 rumah terdampak air yang masuk ke dalam rumah. Sementara itu, 397 rumah mengalami genangan air di luar rumah. Ketinggian muka air bervariasi antara 5 hingga 30 sentimeter dan terjadi di beberapa kecamatan, di antaranya Bati-Bati, Pelaihari, Tambang Ulang, dan Bajuin.
Selain banjir genangan, BPBD Tanah Laut juga mencatat kejadian banjir rob akibat fenomena pasang surut air laut yang diperparah dengan curah hujan tinggi. Untuk banjir rob, sebanyak 1.255 rumah terdampak air masuk ke dalam rumah, sedangkan 1.942 rumah mengalami genangan di luar rumah. Wilayah terdampak banjir rob antara lain Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur, dengan ketinggian air di sejumlah lokasi mencapai 5-30 sentimeter, bahkan hingga sekitar 48 sentimeter pada waktu tertentu.
Beberapa fasilitas umum juga dilaporkan terdampak, meliputi sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, hingga sarana pelayanan masyarakat di wilayah pesisir dan dataran rendah.
Dalam upaya penanganan, BPBD Tanah Laut bersama instansi terkait telah melakukan koordinasi berjenjang, assessment dan kaji cepat di lokasi terdampak, serta pengukuran tinggi muka air. Dinas Sosial mendirikan dapur umum, sementara Satpol PP, Damkar, dan TRC BPBD melakukan pendistribusian air bersih kepada warga terdampak. Pelayanan kesehatan juga diberikan melalui puskesmas setempat.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah. Data yang dihimpun bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.
(Diskominfostasan Tala)