Situs Resmi Pemkab Tanah Laut

Tanah Laut Tutup Tahun 2025 dengan Inflasi Terkendali Terendah di Kalimantan Selatan

Admin Admin
|
05 January 2026, 09:08 WITA
|
134x Dilihat
Tanah Laut Tutup Tahun 2025 dengan Inflasi Terkendali Terendah di Kalimantan Selatan
Kabupaten Tanah Laut mampu menutup tahun 2025 dengan inflasi yang terkendali di angka 2,91 persen, terendah di Kalimantan Selatan dan masih berada di bawah inflasi provinsi maupun nasional,

PELAIHARI - Kabupaten Tanah Laut menutup tahun 2025 dengan capaian inflasi yang tetap terkendali. Berdasarkan data Inflasi Kota IHK se-Kalimantan Selatan Tahun 2025, inflasi year-on-year Kabupaten Tan

PELAIHARI - Kabupaten Tanah Laut menutup tahun 2025 dengan capaian inflasi yang tetap terkendali. Berdasarkan data Inflasi Kota IHK se-Kalimantan Selatan Tahun 2025, inflasi year-on-year Kabupaten Tanah Laut tercatat sebesar 2,91 persen, terendah di Kalimantan Selatan dan menjadi satu-satunya daerah dengan inflasi di bawah 3 persen.

Capaian tersebut tidak hanya berada di bawah inflasi Provinsi Kalimantan Selatan yang tercatat sebesar 3,66 persen, tetapi juga masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 2,92 persen. Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan, inflasi Tanah Laut juga lebih rendah dari Kotabaru (3,03 persen), Tabalong (3,15 persen), Hulu Sungai Tengah (3,93 persen), dan Kota Banjarmasin (3,97 persen).

Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas capaian tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya SKPD terkait, atas kerja keras dan sinergi yang telah dilakukan. Alhamdulillah, Kabupaten Tanah Laut mampu menutup tahun 2025 dengan inflasi yang terkendali di angka 2,91 persen, terendah di Kalimantan Selatan dan masih berada di bawah inflasi provinsi maupun nasional,” ujar Bupati.

Keberhasilan pengendalian inflasi ini tidak terlepas dari sinergi lintas sektor yang melibatkan Asisten II Sekretariat Daerah serta seluruh perangkat daerah terkait dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanah Laut. Pemerintah daerah secara konsisten melaksanakan berbagai langkah strategis dan konkret dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok penting.

Adapun langkah-langkah pengendalian inflasi yang dilakukan antara lain:

1. Pelaksanaan pasar murah di seluruh kecamatan, serta khusus di akhir bulan di Kecamatan Pelaihari dengan lokus di sekitar pasar sebagai bentuk intervensi harga bahan pokok penting, mengingat Pasar Pelaihari merupakan lokus pemantauan inflasi oleh BPS.

2. Pengembangan sektor hortikultura, khususnya komoditas aneka cabai dan bawang merah, guna memperkuat ketersediaan pasokan lokal.

3. Inspeksi mendadak (sidak) pasar pada momen-momen tertentu untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan barang.
4. Sidak ke produsen, khususnya penggilingan padi, sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi dan pasokan beras.
5. Pelaksanaan business matching dengan 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tanah Laut untuk mengetahui kebutuhan bahan pokok penting Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kegiatan ini juga didorong penggunaan produk substitusi apabila menu MBG berpotensi menjadi pendorong inflasi, serta kerja sama SPPG dengan pemasok berskala besar agar tidak mengganggu pasokan bahan pokok di pasaran umum.
Bupati Tanah Laut menegaskan bahwa pengendalian inflasi akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Upaya-upaya ini akan terus kami perkuat agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat Tanah Laut dapat terus terlindungi,” pungkasnya. (Diskominfostasan Tala)

Bagikan artikel ini:

Layanan Darurat RaZa Lakasa
112